Menu

3 Prinsip ’’Warisan’’ HMI Yang Terbukti Valid

06/06/2015 | Pemikiran
Bagikan :

Bersyukurdanikhlas.comAlhamdulillah setelah sekian lama tidak memposting di blog, karena sibuk beraktivitas kiranya pada kesempatan yang langka ini (karena kebetulan ada waktu kosong di kosan), saya ingin memposting tentang jargon yang biasa kita dengar di HMI.

Tulisan ini karya Priyo Handoko yang di tulis dalam blog https://alumnihmifia.wordpress.com. Saya repost ini karena saya ingin banyak orang membacanya dan saya yakin jargon ini bersifat universal dalam pengamalannya dan tidak hanya dalam ruang lingkup Himpunan saja. Semoga bermanfaat.

Tiga prinsip ini tidak akan didapatkan di dalam kelas saat kuliah atau dari lembaran fotocopy materi slide dosen. Aku menemukannya dalam proses ’’pengajian’’ tengah malam di mana semua yang datang menjadi murid sekaligus guru.

Awalnya sempat mengira ini cuma omong kosong atau doktrin semu para senior. Tapi, bertahun-tahun kemudian aku berkesempatan mengujinya di dalam laboratorium kehidupan nyata.

Validitasnya ternyata tak terbantahkan. Tiga prinsip ini terbukti sangat produktif dan efektif di dunia praktis. Bahkan, dalam tata kehidupan yang bergerak semakin flat, rasional, modern, dan berbasis merit-system. Tiga prinsip yang lahir dari sebuah organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia ini ternyata kian relevan.

Ketiga prinsip itu adalah :

1) Pantang tolak tugas,

2) Pantang tugas tak selesai, dan

3) Yakin usaha sampai (YAKUSA)

Ketiganya saling berhubungan, tak terpisahkan satu sama lain, dan harus diterapkan secara simultan. Kurang lebih begini penjelasannya.

1.  Pantang tolak tugas, artinya menjadi pribadi yang selalu berfikir positif dan tidak melulu curiga. Dia selalu lapang dada menerima setiap tanggungjawab yang diterima.

Seseorang yang memegang teguh prinsip ini akan selalu menjalankan perannya dengan penuh semangat dan sukacita. Tak peduli seberapa pun rumitnya atau sekecil apapun peran itu, semua dianggap sebagai tantangan yang harus ditaklukkan. Orang yang memegang prinsip ini biasanya akan lebih mudah diterima lingkungan. Dia akan survive dalam kondisi yang paling ekstrim sekalipun.

Dia percaya setiap tugas akan memperkaya pengalaman dan meningkatkan levelnya. Mungkin tidak sekarang atau besok, tapi suatu saat nanti, dia akan menuai berkahnya. Pada akhirnya, hidup itu akan adil! Pasti adil, karena Tuhan maha pengasih dan penyayang.

’’Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan’’. (QS Al Ankabut : 7).

2.  Pantang tugas tak selesai, adalah prinsip yang membentuk karakter pantang menyerah, berintegritas, kreatif, solutif, inovatif, dan senantiasa berusaha menepati janji. Orang seperti ini menjalani hidupnya tanpa beban atau kekhawatiran, karena yakin pasti ada jalan dan pertolongan Tuhan. ’’Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu’’. (QS Ali Imran : 160).

3.  Yakin usaha sampai, merupakan prinsip berikutnya yang mendorong seseorang untuk menggali dan menemukan tujuan hidup atau misi kekalifahannya yang paling otentik. Setiap orang diciptakan secara khas, seperti sidik jari antar manusia yang tak pernah serupa. Temukan apa yang paling membuatmu bahagia, bergairah, dan merasa antusias. Kunci perasaan itu dan jadikan sebagai tujuan hidup!

Perlu dipahami bahwa kata ’’sampai’’ merujuk kepada suatu tempat, dermaga terakhir, atau tujuan yang hendak dicapai. Tujuan ini harus fix, klir, tegas, dan jelas. Bukan lagi sesuatu yang masih bersayap di dalam hati. Dengan begitu, kita akan memiliki semacam kompas batin yang memberikan arah kemana harus melangkah.

Pada gilirannya, memahami makna terdalam dari kalimat ’’yakin usaha sampai’’ menjadi sangat penting. Bila kata ’’sampai’’ mengarah ke soal tujuan atau goal, maka ’’yakin’’ lebih merepresentasikan suatu proses. Bukan proses yang instan, tapi proses pembelajaran. Proses yang melatih ketekunan, komitment, dan kesabaran.

Yakin usaha sampai-bila dihayati dengan benar- akan menghindarkan kita untuk terjerumus menjadi pribadi yang menghalalkan segala cara dan korup. Pragmatis (baca : taktis dalam mengambil keputusan) itu boleh, tapi jangan curang dan berdusta. Oportunis (baca : pintar menangkap peluang) juga boleh, tapi jangan berkhianat. Ingat! Tiga kata itu adalah ’’yakin usaha sampai’’, bukan ’’asal usaha sampai’’.

’’Katakanlah (Muhammad) : masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah olehmu! Dan kelak kamu akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk’’. (QS Thaha : 135).

aksi tolak kenaikan BBMsumber gambar : www.tribunnews.com

Inilah tiga prinsip dasar yang sangat produktif dan efektif untuk diterapkan oleh siapa saja dan dalam kondisi apapun. Dari mulai anggota pasukan sampai panglima perang, karyawan sampai atasan, pelaksana keputusan sampai pembuat kebijakan, menteri sampai presiden. Dari saya sampai anda : Yakusa!!!

Sumber : https://alumnihmifia.wordpress.com/2013/02/21/tiga-prinsip-warisan-hmi-yang-terbukti-valid/

Bagikan ke teman anda :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
loading...

Related For 3 Prinsip ’’Warisan’’ HMI Yang Terbukti Valid

Authors

loading...

Kategori

Berlangganan via Email

Masukkan alamat email anda untuk berlangganan di blog ini, anda akan menerima pemberitahuan tulisan terbaru melalui email.

Join 1 other subscriber