Menu

Kisah Kesederhanaan Khalifah Umar, Sangat Menginspirasi!

27/03/2016 | Hikmah
Bagikan :

umar

Bersyukurdanikhlas.com – Pada tahun ke-15 H, pasukan Islam dibawah panglimanya, Abu Ubaidah bin Jarrah ra telah menguasai Yerusalem. Khalifah Umar memutuskan untuk datang ke Yerusalem untuk menandatangani perjanjian dengan penguasa Yerusalem yang kala itu dipimpin oleh Uskup Severinus.

Khalifah Umar hanya datang berdua dengan pembantunya, sementara Abu Ubaidah, yang dibantu oleh Khalid bin Walid serta Uskup Severinus sendiri menunggunya di pintu gerbang Yerusalem dengan pasukan lengkap.

Uskup Severinus hampir-hampir tidak dapat membedakan antara Khalifah Umar dengan pembantunya disebabkan kesederhanaan pakaian yang dikenakannya.

Khalifah Umar disambut dengan ramah oleh Uskup Agung Severinus dan pembesar-pembesar Yerusalem. Khalifah Umar telah menjamin keamanan bagi pemeluk agama Nasrani dan Yahudi di Yerusalem ketika itu. Hal ini menyebabkan ia diterima tidak hanya oleh pembesar-pembesar kota tapi juga oleh seluruh penduduknya. Komitmennya terhadap keadilan dan kebenaran telah begitu memukau mereka.

Setelah cukup beristirahat, Uskup Agung Severinus mengantar Khalifah Umar untuk memperlihatkan kepadanya peninggalan kuno di kota itu. Salah satunya yang terpenting adalah gereja Anastasis (Kanisat al Qiyamah) tempat dimana menurut kepercayaan mereka jasad Al Masih dimakamkan, dan dari sini Al Masih naik ke langit.

Ketika melihat-lihat keadaan gereja tersebut, waktu sholat tiba. Uskup Agung Severinus meminta Khalifah Umar untuk sholat dalam gereja tersebut karena itu juga rumah Tuhan. Dengan bijak khalifah Umar menolaknya dan berkata, Biarlah aku sholat di depan pintunya saja. Ketika ditanya alasannya oleh sang Uskup, Khalifah Umar berkata, Aku khawatir jika aku sholat didalamnya, jejakku ini akan diikuti oleh kaum muslimin. Hal ini akan dijadikan alasan bagi mereka untuk merubah gereja ini menjadi sebuah masjid kelak.

Sungguh sebuah sikap toleransi yang luar biasa dari seorang pemimpin dengan kekuasaan 2/3 dunia dalam genggamannya ketika itu. Sebuah sikap toleransi yang mencerminkan kesederhanaan tapi penuh kesejukan dan kewibawaan yang amat sangat.

Begitu jauhnya kita dengan masa Rasulullah Saw yang selalu mengajarkan kesederhanaan (zuhud) kepada para sahabat-sahabatnya. Dan hal inilah yang diikuti oleh khalifah Abu Bakar Ra dan Khalifah Umar Ra sebagai penerus kepemimpinan Rasulullah Saw. Sebuah sikap yang mumpuni dan tercermin dalam setiap langkah dan gerak kehidupan yang mengikutinya.

Kemudian ada kisah lain tentang kesederhanaan kholifah Umar, pada suatu hari seorang utusan dari Byzantium (Romawi Timur) ditugaskan untuk menemui Umar bin Khattab ra. untuk membicarakan beberapa urusan.

Ketika tiba di Mekkah, utusan itupun bertanya pada seorang penduduk :“Bisakah anda tunjukkan padaku dimana Istananya Khalifah Umar?”.

Penduduk : “Khalifah Umar ra tidak memiliki istana” jawabnya.

Di dalam hatinya, utusan Byzantium itu bergumam : “Tidak mungkin seorang penguasa besar yang kekuasaannya mencapai mesir dan syiria tidak memiliki istana, Orang tadi pasti berbohong!”, gumamnya.

Lantas ia pun melanjutkan pencarian kediaman Umar ra. dengan bertanya pada beberapa orang yang ia temui di pasar Mekkah, namun jawaban mereka sama, Umar ra tidak memiliki Istana.

Seorang penduduk berkata : “Jika anda pergi lurus ke sana, dan melihat sebuah rumah kecil, maka itulah rumah Khalifah Umar ra”.

Sang utusan pun meneruskan perjalanannya menuju kediaman umar ra.
Tidak berapa lama kemudian, ia pun bertanya pada seorang penduduk lagi : “Bisakah anda tunjukkan dimana Khalifah Umar berada?”

Penduduk : “Lihatlah pohon kurma itu, laki2 yang duduk dibawah pohon itu adalah Khalifah Umar ra”.

Alangkah terkejutnya utusan itu, “Umar bin Khattab seorang khalifah yang kekuasaannya mencakup seluruh jazirah arab, tidak lain hanyalah seorang yang sangat sederhana, sedang duduk bersandar di bawah pohon kurma dengan pakaian seadanya, sungguh jauh berbeda dengan penguasa Byzantium yang tinggal di Istana megah”, gumamnya dengan penuh rasa kagum.

Lalu bagaimana dengan para pemimpin di negeri kita? Sudahkah dia hidup dengan kesederhanaan di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang sedang terpuruk? Dengan penampilan dan gaya hidup sederhana namun memancarkan kemuliaan dan kewibawaan? Apakah dia sudah meniru jejak Umar yang langsung turun langsung kepada rakyatnya dan benar-benar dalam fikirannya hanya bagaimana membuat rakyanya sejahtera atau jangan-jangan hanya memikirkan kebahagiaan dirinya dan keluarganya???

Wallahu a’lam Bissawab
Sumber: Mengutip dari buku dan berbagai sumber.

Bagikan ke teman anda :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
loading...

Related For Kisah Kesederhanaan Khalifah Umar, Sangat Menginspirasi!

Authors

loading...

Kategori

Berlangganan via Email

Masukkan alamat email anda untuk berlangganan di blog ini, anda akan menerima pemberitahuan tulisan terbaru melalui email.

Join 1 other subscriber